Status Tugas

Status Tugas: Alur Kerja Standar & Kustomisasi Lanjutan

Status tugas membantu Anda melacak setiap langkah pekerjaan — dari saat pekerjaan muncul dalam sistem hingga penyelesaiannya dengan sukses.
Shifton menyertakan alur kerja status default yang digunakan oleh kebanyakan perusahaan, sambil juga memungkinkan Anda mengkonfigurasi proses status yang lebih mendetail jika operasi Anda membutuhkannya.


✅ Alur Kerja Status Default

Secara default, setiap tugas mengikuti tiga tahap utama:

Status Visibilitas Tujuan
TO DO tersembunyi dari teknisi Titik awal sistem internal yang mendefinisikan status pertama yang dapat dipilih
Check In terlihat Teknisi telah memulai pekerjaan
Check Out terlihat Teknisi telah menyelesaikan pekerjaan

Alur Kerja Standar

TO DOCheck InCheck Out (end)

Alur kerja ini ideal untuk proses sederhana:
mulai tugas → selesaikan tugas → pindah ke tugas berikutnya.


✨ Alur Kerja Status Lanjutan (Opsional)

Jika proses Anda meliputi:

  • penerimaan pekerjaan,

  • perjalanan ke klien,

  • persetujuan dan konfirmasi,

  • jeda sementara,

  • kunjungan kembali atau pekerjaan garansi,

Anda mungkin inginmemperluas alur kerjadengan status tambahan.

Contoh proses yang diperluas

TO DO → Accept → Doing → (Pause) → Finish

🧩 TO DO — Status Tersembunyi Internal

Bahkan dalam alur kerja lanjutan,TO DO tetap tersembunyidan hanya digunakan untuk mendefinisikan status pertama yang terlihat.

Pilihan yang tersedia dari TO DO:

TO DO → Accept
TO DO → Decline
  • Terima— teknisi menerima pekerjaan untuk dikerjakan

  • Tolak— teknisi menolak pekerjaan

❌ Tolak adalahstatus akhir— tidak ada tindakan lebih lanjut yang tersedia.


🔄 Alur Eksekusi Utama

Setelah pekerjaan diterima:

Accept → Doing
  • Proses= teknisi aktif bekerja

Langkah berikutnya adalahpilihan tunggaldari transisi yang tersedia:

Doing → Pause
Doing → Finish

⏸ Jeda — Penangguhan Sementara

Digunakan ketika teknisi harus menghentikan tugas untuk sementara waktu:

  • menunggu suku cadang,

  • klien tidak tersedia,

  • menjadwalkan kunjungan kembali.

Transisi yang diizinkan dariJeda:

Pause → Started
Pause → Finish
  • Dimulai — sedang mempersiapkan untuk melanjutkan pelaksanaan

  • Selesai — tugas dapat ditutup pada tahap ini


🏁 Selesai / Periksa Keluar — Status Akhir

… → Check Out / Finish (end)

Pekerjaan telah sepenuhnya diselesaikan oleh teknisi.

Opsional, tugas dapat dibuka kembali oleh administrator jika diperlukan pekerjaan lebih lanjut (misalnya penyesuaian garansi).

Membuat status khusus untuk kunjungan kembali sangat dianjurkan:

  • Pekerjaan garansi

  • Kunjungan kedua

  • Ditindaklanjuti diperlukan


📊 Contoh Diagram Alur Kerja yang Diperluas



🎯 Memilih Alur Kerja yang Tepat

Gunakan Alur Kerja Default Ketika Gunakan Alur Kerja Lanjutan Ketika
Tugas-tugas sederhana dan linear Tugas memiliki beberapa langkah pelaksanaan
Pekerjaan di kantor Layanan lapangan dengan perjalanan
Setiap tugas dapat diselesaikan dalam satu kunjungan Penundaan, pengembalian, dan persetujuan terjadi
Tidak perlu konfirmasi tugas Pemeriksa atau dispatcher terlibat

🛠 Cara Mengonfigurasi Status Lanjutan

1️⃣ Pergi ke Pengaturan Tugas → Status
2️⃣ Tambahkan status kustom
3️⃣ Tentukan transisi yang diizinkan untuk setiap status
4️⃣ Pastikan setiap status mengarah ke langkah logis berikutnya (kecuali status akhir)


✅ Manfaat dari Alur Kerja yang Terkonfigurasi dengan Baik

  • Teknisi selalu tahu tindakan apa yang harus diambil selanjutnya

  • Dispatcher memantau kemajuan secara real-time

  • Manajer mendapatkan wawasan tentang kinerja tugas dan operasi lapangan

  • Alur kerja menjadi terstruktur, otomatis, dan dapat diprediksi

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu status tugas di Shifton?
A: Status tugas membantu melacak setiap langkah pekerjaan — dari saat tugas muncul dalam sistem hingga penyelesaiannya.


Q: Apa alur kerja tugas default?
A: Alur kerja status default mencakup tiga tahap utama:

  • TO DO (titik awal internal),

  • Check In (saat teknisi memulai pekerjaan),

  • Check Out (saat teknisi menyelesaikan pekerjaan).


Q: Apa arti status TO DO?
A: “TO DO” adalah status internal dan tersembunyi yang digunakan untuk mendefinisikan status pertama yang dapat dipilih teknisi.


Q: Bisakah alur kerja default diperpanjang?
A: Ya — jika proses Anda memerlukan langkah seperti penerimaan pekerjaan, perjalanan, persetujuan, jeda, tindak lanjut, atau kunjungan garansi, Anda dapat mengkonfigurasi alur kerja status lanjutan dengan status khusus.


T: Apa contoh alur kerja lanjutan?
J: Salah satu contoh alur kerja yang diperluas dapat berupa:
TO DO → Accept → Doing → (Pause) → Finish yang mencerminkan penerimaan, pelaksanaan, pemberhentian sementara, dan penyelesaian.


T: Apa arti status Terima?
J: “Terima” berarti teknisi telah mengambil pekerjaan untuk dikerjakan. Ini bertransisi dari TO DO dan merupakan bagian dari alur kerja yang diperluas.


T: Apa yang dimaksud dengan Mengerjakan?
J: “Mengerjakan” berarti teknisi sedang aktif mengerjakan tugas setelah diterima.


T: Kapan status Jeda harus digunakan?
J: “Jeda” digunakan ketika teknisi harus berhenti bekerja sementara — misalnya, saat menunggu suku cadang, ketidaktersediaan klien, atau merencanakan kunjungan ulang.


T: Apa yang terjadi ketika sebuah tugas mencapai Check Out / Selesai?
J: Ketika sebuah tugas dipindahkan ke Check Out / Selesai, itu sepenuhnya diselesaikan oleh teknisi. Beberapa alur kerja juga memungkinkan administrator untuk membuka kembali tugas yang telah selesai jika diperlukan pekerjaan lebih lanjut.


T: Bisakah saya menyesuaikan status tugas?
J: Ya — Anda dapat mengonfigurasi alur kerja lanjutan dengan membuat status khusus dan mendefinisikan transisi yang diizinkan untuk mencerminkan proses nyata perusahaan Anda.


T: Mengapa saya harus menggunakan alur kerja lanjutan?
J: Alur kerja tugas lanjutan membantu merepresentasikan proses lapangan nyata dengan langkah-langkah menengah (misalnya, penerimaan, jeda, tindak lanjut), membuat pemantauan dan pelaksanaan lebih fleksibel dan akurat.

Bagikan postingan ini